Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi

Beberapa Ketentuan Umum Izin Penyelenggaraan Reklame

Pada ketentuan umum yang terdapat pada Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Izin Penyelenggaraan Reklame terdapat 43 ayat yang menjelaskan berbagai hal mengenai Izin Penyelenggaraan Reklame seperti apa itu reklame, penyelenggara reklame, penataan dan perijinan reklame serta jenis-jenis reklame (jenis reklame yang dapat dimohonkan izinnya pada kawasan Kota Cimahi).
Reklame adalah benda, alat, perbuatan, atau media yang menurut bentuk, corak, ragamnya untuk tujuan komersial diperguanakan untuk memperkenalkan, mengajukan, atau memujikan suatu barang, jasa atau orang, atupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat, dibaca, dan/atau didengar dari suatu tempat umum kecuali yang dilakukan ole pemerintah (pasal 1 ayat 6) sementara penyelenggara reklame adalah orang atau badan yang menyelenggarakan reklame baik untuk dan/atas nama pihak lain yang menjadi tanggungannya (pasal 1 ayat 7).
Penataan reklame adalah kegiatan pendataan, pemetaan dan penetapan titik reklame dengan memperhatikan estetika, keselamatan, keserasian bangunan dan lingkungan, sesuai dengan rencana tata ruang kota, tidak diskriminatif adatu merugikan kepntingan publik, mengganggu atau menghambat dan/atau menghalangi pemandangan pengguna kendaraan dan rambu-rambu lalu lintas (pasal 1 ayat 11). Pemasangan reklame yang akan dilakukan seyogyanya harus melalui tahapan yang telah ditentukan agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidah diharapkan memerlukan izin dari pemerintah Kota Cimahi dalam langkah mejaga kelangsungan reklame yang akan dipergunakan salah satunya adalah dengan cara memproses perijinan yang berkaitan dengan reklame dengan juga memenuhi apa saja yang diharuskan untuk dapat mendapatkan izin menyelenggarakan reklame, seperti keterangan pada pasal 1 ayat 11 dengan bunyi "Perijinan reklame dalam proses pelayanan penyelenggaraan reklame permanen dan reklame non permanen untuk memperoleh pengesahan dari Walikota dengan lebih dahulu melengkapi syarat dan kewajiban admnistrasi yang ditentukan". Jenis reklame yang dapat dimohonkan di Kota Cimahi secara garis besar ada dua jenis yaitu, reklame permanen dan non permanen. Reklame permanen adalah reklame bersifat tetap dan abahan yang digunakna dapat bertahan atau yang berjangka waktu satu tahun atau lebih serta memiliki bangunan yang berkonstruksi (pasal 1 ayat 40) dan reklame non permanen adalah reklame yang bersifat sementara atau insidentil dan bahan yang digunakan tidak dapat bertahan lama serta berjangka waktu beberapa hari atau bulan dan tidak lebih darisatu tahu (padal 1 ayat 41).
Jadi untuk mendapatkan Izin Penyelenggaraan Reklame bukan hanya permohonannya saja yang dibuat namun pemenuhan kewajiban dan persyaratan wajib dipenuhi jika tidak maka permohonna yang diajukan dapat ditolak hingga persyaratan serta kewajiban yang diharuskan terpenuhi, menjadi warga negara yang patuh dan taat terhadap peraturan pemerintah daerah bukanlah suatu hal yang sulit memang diperlukan usaha dan kesabaran yang ekstra namun jika kita berniat untuk mengajukan dan memproses izin dengan baik maka hasil yang akan kita terima tidak akan menghianati usaha yang kita lakukan.